Jumat, 13 November 2015

TBC

Tuberkulosis (TBC atau TB) adalah penyakit infeksi pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru (90%) dibandingkan bagian lain tubuh manusia.

Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia. Hingga saat ini, belum ada satu negara pun yang bebas TBC. Angka kematian dan kesakitan akibat kuman mycobacterium tuberculosis ini pun tinggi.



Gejala TBC
Penyakit TBC Menular Lewat Udara
Tingkat prevalensi penderita TBC di Indonesia diperkirakan sebesar 289 per 100 ribu penduduk dan insidensi sebesar 189 per 100 ribu penduduk. Bahkan 27 dari 1.000 penduduk terancam meninggal seperti yang dilaporkan Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang dihimpun sepanjang 2011 mengenai tuberkulosis (TBC) di Indonesia.

Laporan tersebut juga meliris bahwa angka penjaringan penderita baru TBC meningkat 8,46 persen dari 744 penderita TBC di 2010 menjadi 807 per 100.000 penduduk di 2011. Namun, kabar baiknya angka kesembuhan pada 2011 mencapai target sebesar 83,7 persen dan angka keberhasilan pengobatan pada 2011 mencapai target sebesar 90,3 persen.



Gejala Penyakit TBC


Penderita yang terserang basil tersebut biasanya akan mengalami demam tapi tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul. Gejala lain, penurunan nafsu makan dan berat badan, batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah), perasaan tidak enak (malaise), dan lemah.


Agar bisa mengantisipasi penyakit ini sejak dini, berikut gejala-gejala penyakit tuberculosis yang perlu Anda ketahui.


Gejala utama


Batuk terus-menerus dan berdahak selama tiga pekan atau lebih.


Gejala tambahan yang sering dijumpai



  • Dahak bercampur darah/batuk darah
  • Sesak nafas dan rasa nyeri pada dada
  • Demam/meriang lebih dari sebulan
  • Berkeringat pada malam hari tanpa penyebab yang jelas
  • Badan lemah dan lesu
  • Nafsu makan menurun dan terjadi penurunan berat badan

"Paling mudah untuk mengetahui seseorang terkena tuberkulosis jika dia berkeringat pada malam hari tanpa penyebab yang jelas. Walaupun tidak bisa langsung ditetapkan tuberkulosis karena harus didiagnosis, tapi itu salah satu pertanda. Jika Anda lemas, batuk tak berhenti, nyeri pada dada, dan keringat pada malam hari, langsung segera periksa," tambah dr Arifin Nawas Sp(P), salah seorang tenaga ahli klinis tuberkulosis di RSUP Persahabatan di tempat sama.


Menurutnya, untuk memastikan seseorang terkena TB atau tidak, tim medis melakukan diagnosis dengan mengadakan pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung (BTA) dan gambaran radio logis (foto rontgen).



Penyebab Infeksi TBC


Penyakit ini diakibatkan infeksi kuman mikobakterium tuberkulosis yang dapat menyerang paru, ataupun organ-organ tubuh lainnya seperti kelenjar getah bening, usus, ginjal, kandungan, tulang, sampai otak. TBC dapat mengakibatkan kematian dan merupakan salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan kematian tertinggi di negeri ini.


Kali ini yang dibahas adalah TBC paru. TBC sangat mudah menular, yaitu lewat cairan di saluran napas yang keluar ke udara lewat batuk/bersin & dihirup oleh orang-orang di sekitarnya. Tidak semua orang yang menghirup udara yang mengandung kuman TBC akan sakit.


Pada orang-orang yang memiliki tubuh yang sehat karena daya tahan tubuh yang tinggi dan gizi yang baik, penyakit ini tidak akan muncul dan kuman TBC akan "tertidur". Namun,pada mereka yang mengalami kekurangan gizi, daya tahan tubuh menurun/ buruk, atau terus-menerus menghirup udara yang mengandung kuman TBC akibat lingkungan yang buruk, akan lebih mudah terinfeksi TBC (menjadi 'TBC aktif') atau dapat juga mengakibatkan kuman TBC yang "tertidur" di dalam tubuh dapat aktif kembali (reaktivasi).


Infeksi TBC yang paling sering, yaitu pada paru, sering kali muncul tanpa gejala apa pun yang khas, misalnya hanya batuk-batuk ringan sehingga sering diabaikan dan tidak diobati. Padahal, penderita TBC paru dapat dengan mudah menularkan kuman TBC ke orang lain dan kuman TBC terus merusak jaringan paru sampai menimbulkan gejala-gejala yang khas saat penyakitnya telah cukup parah.



Pengobatan Penyakit TBC


Untuk mendiagnosis TBC, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama di daerah paru/dada, lalu dapat meminta pemeriksaan tambahan berupa foto rontgen dada, tes laboratorium untuk dahak dan darah, juga tes tuberkulin (mantoux/PPD). Pengobatan TBC adalah pengobatan jangka panjang, biasanya selama 6-9 bulan dengan paling sedikit 3 macam obat.


Kondisi ini diperlukan ketekunan dan kedisiplinan dari pasien untuk meminum obat dan kontrol ke dokter agar dapat sembuh total. Apalagi biasanya setelah 2-3 pekan meminum obat, gejala-gejala TBC akan hilang sehingga pasien menjadi malas meminum obat dan kontrol ke dokter.


Jika pengobatan TBC tidak tuntas, maka ini dapat menjadi berbahaya karena sering kali obat-obatan yang biasa digunakan untuk TBC tidak mempan pada kuman TBC (resisten). Akibatnya, harus diobati dengan obat-obat lain yang lebih mahal dan "keras". Hal ini harus dihindari dengan pengobatan TBC sampai tuntas.


Pengobatan jangka panjang untuk TBC dengan banyak obat tentunya akan menimbulkan dampak efek samping bagi pasien. Efek samping yang biasanya terjadi pada pengobatan TBC adalah nyeri perut, penglihatan/pendengaran terganggu, kencing seperti air kopi, demam tinggi, muntah, gatal-gatal dan kemerahan kulit, rasa panas di kaki/tangan, lemas, sampai mata/kulit kuning.


Itu sebabnya penting untuk selalu menyampaikan efek samping yang timbul pada dokter setiap kali kontrol sehingga dokter dapat menyesuaikan dosis, mengganti obat dengan yang lain, atau melakukan pemeriksaan laboratorium jika diperlukan.


Pengobatan untuk penyakit-penyakit lain selama pengobatan TBC pun sebaiknya harus diatur dokter untuk mencegah efek samping yang lebih serius/berbahaya. Penyakit TBC dapat dicegah dengan cara:

  • Mengurangi kontak dengan penderita penyakit TBC aktif.
  • Menjaga standar hidup yang baik, dengan makanan bergizi, lingkungan yang sehat, dan berolahraga.
  • Pemberian vaksin BCG (untuk mencegah kasus TBC yang lebih berat). Vaksin ini secara rutin diberikan pada semua balita.
  • Perlu diingat bahwa mereka yang sudah pernah terkena TBC dan diobati, dapat kembali terkena penyakit yang sama jika tidak mencegahnya dan menjaga kesehatan tubuhnya.

Semoga informasi mengenai gejala penyakit TBC, faktor penyebab dan cara pencegahan di atas bermanfaat buat anda yang membutuhkan informasi tersebut.

Laringitis

Definisi Laryngitis

Larynx adalah kotak suara yang mengizinkan kita untuk berbicara, berteriak, berbisik, dan bernyanyi. Larynx terdiri dari rangka tulang rawan yang memondokkan pita-pita suara, yang ditutupi oleh lapisan lendir. Otot-otot didalam larynx menyesuaikan posisi, bentuk, dan tegangan dari pita-pita suara, mengizinkan kita untuk membuat suara-suara yang berbeda. Segala perubahan dalam aliran udara (yang dihasilkan oleh paru-paru) diseluruh pita-pita suara akan mempengaruhi suara dan kwalitas suara.
Larynx berlokasi pada sambungan dari mulut dan trachea dan mempunyai penutup seperti flap yang disebut epiglottis, yang pekerjaannya adalah untuk mencegah makanan dan air liur memasuki larynx sewaktu menelan.
Laryngitis (larynx + itis = peradangan) adalah peradangan dari kotak suara, menyebabkan parau/serak atau suara yang berbunyi suara parau atau bahkan ketidakmampuan untuk berbicara.

Penyebab Laryngitis

Laryngitis adalah peradangan dari pita-pita suara. Paling umum, laryngitis akut disebabkan oleh infeksi yang meradangkan pita-pita suara.
Pada bayi-bayi dan anak-anak muda, tanda-tanda dan gejala-gejala klasik dari peradangan larynx termasuk:
  • batuk-sesak napas anak-anak (croup),
  • batuk menghentak yang parau, dan
  • demam.
Dengan cara yang sama, pada kaum dewasa, infeksi virus saluran pernapasan bagian atas mungkin berhubungan dengan:
  • ingusan,
  • batuk kering, dan
  • kehilangan suara.
Jarang, karena kebanyakan orang-orang diimunisasi dan dilindungi terhadap infeksi ini, diphtheria mungkin menyebabkan gejala-gejala seperti laryngitis.
Laryngitis mungkin juga disebabkan oleh penggunaan yang berlebihan dari suara dengan berbicara, bernyanyi, atau berteriak yang berlebihan.
Laryngitis kronis, seringkali digambarkan sebagai yang berlangsung lebih dari tiga minggu, mungkin disebabkan oleh penggunaan alkohol, merokok, dan batuk yang berlebihan yang berkepanjangan.
Gastroesophageal reflux disease (GERD) mungkin menyebabkan peradangan laryng dan batuk kronis, jika asam dan getah-getah pencernaan dari lambung mengalir balik (reflux) keatas kedalam esophagus dan belakang dari tenggorokan. Adakalanya beberapa orang-orang sadar atas kehadiran dari asam dan mengalami waterbrash, rasa asam dalam mulut mereka. Tumpahan-tumpahan yang berulang-kali dari asam keatas pita-pita suara akan menyebabkan iritasi kimia dan berakibat pada peradangan pita-pita suara yang merintangi vibrasi dan menghasilkan suara yang tepat.
Iritasi yang kronis dari pita-pita suara mungkin juga menyebabkan polyp-polyp dan nodul-nodul untuk terbentuk pada pita-pita suara, yang mungkin mempengaruhi kemampuan dari pita-pita suara untuk bergetar (vibrasi), sekali lagi menyebabkan keparauan.
Otot-otot yang mengontrol bentuk dan posisi pita suara perlu bekerja dengan baik untuk suara berbunyi normal.
  • Kerusakan pada otot-otot atau pada syaraf-syaraf yang mengontrol mereka akan menjurus pada keparauan. Syaraf-syaraf ini mungkin rusak jika telah ada trauma pada leher atau jika operasi telah dilakukan dan syaraf-syaraf dengan tidak hati-hati diiritasi atau diperparah.
  • Tumor-tumor di leher dan dada mungkin menekan syaraf-syaraf dan menyebabkan mereka berfungsi dengan buruk.
  • Peradangan dan pembesaran tiroid dapat juga mengiritasi syaraf-syaraf yang mensuplai otot-otot pita suara.
Stroke mungkin juga menyebabkan kelumpuhan otot pita suara dan menjurus pada suara yang lemah dan parau dan persoalan-persoalan menelan.

Gejala-Gejala Dari Laryngitis

Keparauan dan kehilangan suara adalah gejala utama dari laryngitis.
Jika penyebab dari laryngitis adalah infeksius, pasien-pasien paling sering akan juga hadir dengan gejala-gejala dari infeksi saluran pernapasan bagian atas atau selesma. Mereka mungkin juga adalah:
  • batuk kering,
  • sakit leher,
  • demam,
  • nodul-nodul limpa (kelenjar-kelenjar limpa) yang membengkak di leher,
  • mungkin nyeri dengan menelan, dan
  • perasaan penuh di tenggorokan atau leher.
Pada anak-anak dengan croup, mungkin juga kesulitan bernapas. Karena cara kita mendapatkan udara kedalam paru-paru kita berfungsi seperti embusan-embusan, ketika anak mencoba untuk bernapas melalui larynx yang bengkak dan menyempit, tulang rawannya (cartilage) mungkin runtuh, tepat seperti ketika mencoba untuk bernapas melalui sedotan. Ketika kita menua, cartilage menjadi lebih kaku dan mampu untuk menahan penarikan napas-napas yang dalam, namun pada anak-anak cartilage adalah lebih lemah dan dengan setiap penarikan napas, anak itu mungkin perlu bekerja lebih keras untuk menghirup.
Jika penyebab dari laryngitis adalah bukan infeksius, batuk mungkin adalah keluhan yang signifikan bersama dengan keparauan.
Jika penyebabnya adalah kelumpuhan pita suara, mekanisme menelan mungkin juga terpengaruh, dan partikel-partikel makanan mungkin memasuki larynx dan paru-paru, menjurs pada membatuk. Proses ini dapat juga menjurus pada pneumonia dan gejala-gejala yang menyertainya (demam, batuk, sesak napas) ketika makanan terhisap dengan dalam kedalam paru-paru dan menyebabkan iritasi dari jaringan paru.

Apakah Laryngitis Menular ?

Kebanyakan infeksi-infeksi pernapasan dan selesma-selesma adalah menular, dan begitu juga dengan laryngitis, jika ia disebabkan oleh infeksi. Adalah paling umum infeksi virus disebarkan oleh aerosol droplets. Adalah penting untuk mengingat menutupi hidung dan mulut anda ketika batuk dan bersin dan mencuci tangan-tangan anda seringkali dan secara rutin untuk membantu mencegah penularan virus-virus.
Bagaimanapun, tidak semua orang-orang yang kehilangan suaranya mempunyai infeksi.

Mendiagnosa Laryngitis

Praktisi-praktisi perawatan kesehatan dapat seringkali mendiagnosa laryngitis secara cepat di tempat-tempat praktek dokter. Sejarah dari infeksi saluran pernapasan bagian atas yang berhubungan dengan kehilangan suara diperkuat oleh pasien dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam suara yang parau. Pemeriksaan seringkali singkat dan terbatas pada telinga-telinga, hidung, dan tenggorkan, mencari penyebabv-penyebab potensial lainnya dari gejala-gejala seperti selesma. Jika tenggorokannya merah dan ada kekhawatiran tentang strep throat (infeksi kerongkongan) sebagai tambahan pada laryngitis, throat swab untuk penyaringan strep (stretokokus) mungkin dilakukan.
Jika suara paraunya lebih kronis, dokter mungkin ingin mengambil sejarah yang lebih mendetil, mengakses sebab-sebab mengapa larynx dan pita-pita suara telah menjadi meradang untuk periode waktu yang berlangsung lama.
Pertanyaan-pertanyaan mungkin ditanya tentang:
  • Diet, penggunaan alkohol, aspirin, ibuprofen, dan merokok, semua darinya mungkin menyebabkan gastroesophageal reflux disease. Alkohol dan merokok tembakau dapat juga secara langsung mengiritasi pita-pita suara.
  • Pekerjaan dan hobi-hobi mungkin mengungkap bukti dari penghirupan dan paparan kimia yang berulang-kali.
  • Penyelidikan dalam rangka apakah mungkin ada penyakit tiroid, gejala-gejala dari stroke, atau kanker-kanker dari kepala dan leher.
Kebanyakan penyebab-penyebab dari laryngitis tidak perlu pengujian untuk mengkonfirmasi diagnosis. Pada pasien-pasien dengan laryngitis kronis, keperluan untuk tes-tes darah, X-rays dan tes-tes diagnostik lain akan tergantung pada presentasi pasien dan kekhawatiran-kekhawatiran yang potensial yang dokter punya menyangkut penyebab dari keparauan.
Laryngoscopy adalah tes yang paling umum dilakukan untukmelihat secara langsung pada pita-pita suara dan mengevaluasi fungsi mereka. Menggunakan tabung tips yang mengandung kamera serat optik yang diterangi yang disisipkan melalui hidung kedalam belakang dari tenggorokan, otolaryngologist (spesialis telinga, hidung dan tenggorokan atau THT) dapat melihat apakah pita-pita suara meradang, apakah ada polip-polip atau nodul-nodul apa saja yang tumbuh pada mereka, dan apakah mereka bergerak secara tepat dengan pernapasan dan bicara.

Perawatan Untuk Laryngitis

Seperti dengan struktur lain apa saja dalam tubuh yang meradang, istirahat adalah kunci ke penyembuhan. Untuk laryngitis, itu berarti membatasi jumlah bicara. Jika bicara diperlukan, seseorang harus menghindari berbisik dan sebagai gantinya bicara dalam suara yang biasa, tidak perduli bagaimana ia bersuara. Berbisik memerlukan pita-pita suara diregangkan secara ketat dan memerlukan lebih banyak kerja oleh otot-otot yang mengelilinginya.
  • Perawatan untuk viral laryngitis adalah yang pendukung: banyak cairan, udara yang dilembabkan, acetaminophen atau ibuprofen untuk nyeri, dan investasi waktu untuk penyembuhan.
  • Untuk pasien-pasien dengan laryngitis yang signifikan, perawatan yang singkat dari steroids (prednisoneprednisolone, atau dexamethasone) mungkin digunakan untuk mengurangi peradangan dan memperpendek perjalanan dari gejala-gejala. Dexamethasone sebagai dosis tunggal yang diberikan secara oral (DecadronDexPak) atau suntikan intramuskular (AdrenocotCPC-Cort-DDecadron PhosphateDecaject-10Solurex) mungkin digunakan untuk merawat croup.
  • Perawatan dari laryngitis kronis akan ditentukan oleh penyebab dari peradangan atau kehilangan fungsi. Penghentian merokok dan penggunaan alkohol akan selalu mempunyai efek yang positif.

Komplikasi-Komplikasi Dari Laryngitis

Untuk pasien-pasien dimana kelumpuhan pita suara adalah penyebab dari keparauan, aspiration pneumonia mungkin menjadi kekhawatiran. Partikel-partikel dari makanan, cairan, dan air liur mungkin terhirup kedalam paru-paru sewaktu proses menelan, karena otot-otot dari larynx mungkin gagal untuk menutup dan melindungi saluran udara bagian atas.
Dengan cara yang sama, episode-epidose yang berulang-kali dari gastroesophageal reflux mungkin menyebabkan jumlah-jumlah yang kecil dari asam melalui larynx yang meradang dan memasuki paru, menyebabkan pneumonia.
Sebelum munculnya imunisasi influenza Haemophilus, epiglottitis yang disebabkan oleh infeksi ini selalu dipertimbangkan sebagai diagnosis alternatif yang mungkin untuk anak-anak dengan croup. Ini adalah keadaan darurat yang benar-benar karena epiglottis dapat membengkak secara besar-besaran, merintangi udara memasuki larynx dan paru-paru. X-rays dari leher mungkin diambil untuk melihat epiglottis dan mencari pembengkakan. Diagnosis seringkali dikonfirmasikan dalam ruang operasi dimana otolaryngologist dan anesthesiologist akan menggunakan laryngoscopy untuk melihat pada epiglottis dan pita-pita suara dan memutuskan apakah menyisipkan tabung pernapasan pada saluran udara anak untuk mencegah saluran udara membengkak menutupi. Beruntung, karena imunisasi, penyakit ini jarang terlihat.

Sumber : totalkesehatananda.com

Asma

Penyakit asma merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan sesorang. Penyakit asma diyakini sudah ada sejak zaman Mesir kuno, dan bahkan ada beberapa bukti yang mengatakan bahwa penyakit asma telah ada sebelum zaman Mesir kuno. The Georg Ebers Papyrus - ditemukan di Mesir pada 1870-an - berisi resep yang ditulis dalam hieroglif tulisan itu berisi lebih dari 700 obat. Salah satu solusi Mesir kuno adalah untuk memanaskan campuran herbal pada batu bata dan menghirup asap mereka.

Beberapa ratus tahun yang lalu di Cina juga sudah ditemukan bumbu asma mengandung efedrin yang didapat dari melalui beta-agonis yang dihirup.

Penyakit asma juga telah ditemukan di Negara Yunani. Istilah Asma berasal dari aazein, yang berarti terengah-engah, untuk menghembuskan napas dengan mulut terbuka,. Dalam The Iliad, sebuah puisi epik Yunani (dikaitkan dengan Homer) menggambarkan pengepungan Troy, dan disitu istilah asma muncul untuk pertama kalinya.

anatomi penyakit asma


 Jenis Penyakit asma dapat digolongkan sebagai berikut:
  • Onset Asma Anak - Penyakit Asma yang dimulai selama masa kanak-kanak disebut onset asma. Jenis asma ini terjadi karena seorang anak menjadi peka terhadap alergen yang ditimbulkan oleh lingkungan - kemungkinan besar karena alasan genetik. Keadaan yang ditentukan secara genetik hipersensitivitas terhadap alergen lingkungan. 
  • Onset Asma Dewasa - Istilah ini sering digunakan ketika seseorang terserang penyakit asma saat usia 20 tahun. Onset Asma Dewasa bisa menyerang lebih besar terhadap perempuan daripada laki-laki. Hal ini juga bisa dipicu oleh beberapa materi alergi. Diperkirakan bahwa hingga 50% penderita asma jenis ini sangat berkaitan dengan alergi.
  • Induced Asthma Latihan - Janis asma ini akan mengakibatkan kesulitan dalam mendapatkan udara yang masuk dan keluar dari paru-paru karena ada sebuah peradangan pada saluran bronkial (saluran udara) dan lendir ekstra. Beberapa orang mengalami gejala asma jenis ini saat bersin, batuk atau kehabisan napas saat melakukan aktifitas yang bersifat pengerahan tenaga fisik. 
  • Induced Asma Batuk - Penyakit asma jenis ini salah satu jenis penyakit asma yang paling sulit didiagnosis. Dokter harus menghilangkan kemungkinan lain, seperti bronkitis kronis, post nasal drip karena demam, atau penyakit sinus. Dalam hal ini batuk dapat terjadi sendiri, tanpa lain asma-jenis gejala yang hadir. Batuk dapat terjadi pada setiap saat, siang atau malam.
  • Asma  Kerja - Jenis asma ini dipicu oleh kingkungan kerja penderita asma asma jenis ini disebabkan oleh factor seperti bahan kimia, uap, gas, asap, debu, asap, atau partikel lain yang dapat memicu asma. 
  • Nocturnal Asma - Asma nokturnal terjadi antara tengah malam. Hal ini dipicu oleh alergi terhadap lingkungan di rumah seperti debu dan bulu hewan peliharaan atau disebabkan oleh kondisi sinus. Asma nokturnal atau malam hari mungkin terjadi tanpa gejala disiang hari. Pasien mungkin memiliki napas mengi atau napas yang pendek ketika berbaring . Asma nokturnal mungkin terjadi hanya sekali-sekali atau selama seminggu. Penyebab fenomena ini belum diketahui. 
  • SteroidResistant Asma (Asthma Parah) Penderita asma resisten steroid memiliki tingkat yang lebih tinggi dari aktivasi kekebalan pada saluran udara mereka daripada pasien dengan asma steroid sensitif (SS). Selain itu, glukokortikoid tidak mengurangi eosinofilia (konsentrasi tinggi dari granulosit eosinofil dalam darah) atau aktivasi sel T ditemukan pada penderita asma resisten steroid. Ini aktivasi kekebalan persisten dikaitkan dengan tingkat tinggi dari molekul sistem kekebalan IL-2 (interleukin 2), IL-4 dan IL-5 di saluran udara dari pasien. 

Bronkitis

 Penyakit Bronkitis biasanya disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat. Sehingga imun tubuh tidak terlalu bagus dan ketika virus penyebab penyakit bronkitismasuk, imun tubuh tidak bisa menghadangnya.Penyebab Penyakit BronkitisBronkitis atau yang dalam istilah medisnya disebut sebagai bronchitis adalah suatu peradangan pada bronkus, yaitu saluran udara ke paru-paru. Biasanya bronkitis bersifat ringan dan seiring berjalannya waktu bisa sembuh dengan sendirinya. Tetapi pada penderita berusia lanjut dan yang memiliki penyakit menahun seperti jantung atau paru-paru, bronkitis bisa menjadi penyakit yang serius.Penyebab Penyakit BronkitisPenyebab Penyakit Bronkitis infeksiosa disebabkan oleh virus, bakteri dan organisme yang menyerupai bakteri (Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia). Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru dan saluran pernafasan menahun. Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari:
  • Sinusitis kronis
  • Bronkiektasis
  • Alergi
Sedangkan Penyebab Penyakit Bronkitis iritatif adalah:
  • Berbagai jenis debu
  • Asap dari asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, dan bromin
  • Polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida
  • Tembakau dan rokok lainnya.
Pengobatan Penyakit BronkitisPengobatan penyakit bronkitis dilakukan untuk mengurangi demam dan rasa tidak enak badan. Untuk penderita dewasa bisa diberikan aspirin atau asetaminofen. Untuk anak-anak, sebaiknya hanya diberikan asetaminofen.Penderita dianjurkan untuk beristirahat dan minum banyak cairan. Antibiotik diberikan kepada penderita yang gejalanya menunjukkan bahwa penyebabnya adalah infeksi bakteri (dahaknya berwarna kuning atau hijau dan demamnya tetap tinggi) dan penderita yang sebelumnya memiliki penyakit paru-paru.Kepada penderita dewasa diberikan trimetoprimsulfametoksazol, tetracyclin, atau ampisilin. Erythromycin diberikan walaupun dicurigai penyebabnya adalah mycoplasma penumoniae.Kepada penderita anak-anak diberikan amoxicillin. Jika penyebabnya virus, tidak diberikan antibiotik. Jika gejalanya menetap atau berulang atau jika bronkitisnya sangat berat maka dilakukan pemeriksaan biakan dari dahak untuk membantu menentukan apakah perlu dilakukan penggantian antibiotik.Untuk menghindari Penyebab Penyakit Bronkitis sebaiknya membiasakan diri kita untuk melaksanakan pola hidup sehat. Sehingga selain lebih sehat, berbagai penyakitpun tidak akan menghampiri.Sumber : artikelkesehatan.blogspot.comPosts related to Penyebab Penyakit BronkitisWaspadai Penyakit BronkitisWaspadai Penyakit BronkitisPenyakit Bronkitis adalah suatu peradangan pada cabang tenggorok (bronchus) (saluran udara ke paru-paru). Penyakit bronkitis ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. ...Bronkitis AkutBronkitis AkutBronkitis Akut adalah peradangan pada bronkus disebabkan oleh infeksi saluran nafas yang ditandai dengan batuk (berdahak maupun tidak berdahak) yang berlangsung hingga 3 minggu. Sebagian ...Bronkitis Pada AnakBronkitis Pada AnakBronkitis pada anak sering terjadi ketika si anak tertular penyakit ini. Bronkitis sendiri berasal dari kata bronkus dan itis. Bronkus adalah saluran napas besar, sedangkan ...Gejala BronkitisGejala BronkitisGejala Bronkitis merupakan gejala yang biasa terjadi pada penderita Bronkitis. Gejala Bronkitis ini sangat disadari oleh penderitanya, hanya seringkali mereka mengabaikan gejala ini. Bronkitis umumnya ...Ciri-ciri Penyakit BronkitisCiri-ciri Penyakit BronkitisAda banyak ciri-ciri penyakit bronkitis yang perlu diketahui agar bisa diatasi lebih awal dan lebih mudah. Sebagian ciri-ciri ini mirip dengan gejala penyakit paru-paru lainnya. ...x


Influenza

Definisi Virus Influenza. Influenza (sering disebut sebagai “flu”) adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh sekelompok virus. Ada tiga jenis virus influenza, tapi hanya dua penyakit penyebab pandemi pada manusia. Tipe A dan B menyebabkan penyakit pernapasan yang umumnya terjadi selama bulan-bulan musim dingin. influenza Tipe C biasanya tanpa gejala, tapi kadang-kadang menyebabkan masalah pernapasan sangat ringan. Vaksinasi ditawarkan setiap musim flu untuk jenis sasaran A dan B, strain yang menyebabkan penyakit pandemi.

Sejarah

Menurut National Geographic, influenza adalah bencana global pada tahun 1918, yang mencolok dengan menyerang seperlima dari penduduk bumi dan mengambil lebih dari 50 juta jiwa. Kasus terbaru ini adalah flu H1N1 tahun 2009.

Jenis Influenza

Pada 1930, ilmuwan mengidentifikasi virus influenza. Sejak itu, para ilmuwan telah mengklasifikasikan influenza ke dalam tiga kategori: Tipe A, B dan C. Influenza Tipe A dan B bertanggung jawab atas wabah flu tahunan. Manusia dan hewan dapat tertular Tipe Influenza A, tetapi hanya manusia bisa terkena virus Influenza B. Selain itu, reaksi Influenza B tidak separah reaksi dalam Influenza A. Influenza reaksi C lebih ringan kedua dari  Influenza B.

Gejala

Beberapa orang tidak menyadari bahwa mereka terkena flu. Karakteristik flu adalah saat kedatangan secara mendadak demam tinggi, sakit kepala, batuk kering, sakit tenggorokan, nyeri otot, menggigil, berkeringat, kehilangan nafsu makan, nyeri sendi, pilek dan kelelahan berlebihan. Selain itu, beberapa anak mungkin mengalami muntah dan diare.

Pasien Risiko Tinggi

CDC melaporkan orang tua mewakili lebih dari 90 persen kematian disebabkan influenza dan pneumonia. Kelompok-kelompok lain yang berisiko tinggi untuk masalah influenza serius orang tua, anak-anak muda, orang dengan sistem kekebalan yang lemah dan orang-orang bersama penyakit kronis yang mendasarinya, seperti asma, penyakit jantung atau diabetes.

Penyebaran Influenza

Meskipun influenza sering terjadi pada musim dingin, iklim tidak secara langsung bertanggung jawab untuk penyebaran. Influenza tidak menyebar melalui cuaca dingin. Karena iklim yang dingin, orang cenderung menghabiskan lebih banyak waktu tinggal di dalam ruangan dan lain lebih sering berhubungan dengan orang. Influenza menyebar melalui pernapasan ketika individu bersin atau batuk. Virus influenza ini juga dapat tersimpan pada permukaan seperti pegangan pintu atau mainan anak. Ketika seseorang menyentuh permukaan atau menghirup pernapasan dari orang yang terinfeksi, virus ini akan ditularkan dan inkumbasi selama satu sampai dua hari.

Struktur Influenza

Semua tiga jenis virus influenza membuat keluarga mereka sendiri di pohon kekerabatan disebut Orthomyxoviridae. Struktur partikel virus berbentuk bulat diameter mulai dari 80 sampai 120 nanometer. Influenza adalah virus yang terbungkus, yang berarti mendapatkan bilayer lipid dari membran plasma sel inang. Perluasan ke arah luar dari selubung adalah antigen berduri sebagian besar terbuat dari hemaglutinin, yang merupakan perlekatan protein primer. Di dalam pusat struktur tersimpan genetika virus, delapan potong RNA beruntai tunggal yang terintegrasi ke dalam sel inang.

Mutasi Influenza

Virus RNA adalah virus yang paling mampu bermutasi. Setiap tahun, vaksinasi baru dikembangkan untuk memerangi penyimpangan antigenik virus influenza. Strain bermutasi diberi nama dari struktur protein hemagglutinin antigen baru mereka. Mutasi terutama terjadi untuk memerangi dan menghindari sistem kekebalan tubuh dari inang. Ketika influenza bermutasi, sistem kekebalan tubuh tidak mampu mengenali invasi virus dan penyakit akan mulai berkembang.

Infeksi ganda Influenza

Jenis khusus perpindahan antigen terjadi pada influenza A, ketika inang terinfeksi dengan dua strain virus. Ketika ini terjadi, influenza A mampu melakukan rekombinasi strain terpisah menciptakan subtipe baru. Ini sangat berbahaya dan telah menyebabkan strain flu yang umum dikenal burung dan babi. Karena hewan seperti babi dan burung bisa menjadi reservoir influenza, orang yang menangani ternak sering terinfeksi dengan strain baru mengalami mutasi.

Wabah musiman

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, wabah flu biasanya terjadi pada musim gugur dan musim dingin. Namun, di daerah tropis virus influenza menyebar sepanjang tahun. Hasil epidemi ini pada sekitar 3.000.000-5.000.000 kasus tahunan yang serius di seluruh dunia dan 250.000 sampai 500.000 korban jiwa.